GADIS KOMPLEK PELAM
PIASAN NAFSU KU
CERITA DEWASA18+ -Ini adalah cerita pengalamanku yang sedang kualami saat ini, Dan saya mengetiknya di sela-sela istirahat setelah melakukan seks. Aku seorang pengusaha muda serta mahasiswa jurusan ekonomi. Saya tinggal dalam suatu kompleks bank pemerintah yang sekarang bank itu telah dimerger.
Saya telah memiliki pacar yang kebetulan tetanggaku di kompleks itu. Orangtuaku terhitung orang terpandang, hingga saya di golongan anak muda di kompleks itu cukup disegani. Dua tahun waktu lalu saya adalah ketua organisasi remaja, hingga saya makin diketahui oleh beberapa golongan di lingkunganku.
Kebetulan di lingkunganku banyak gadis remaja yang cantik-cantik. Terhitung pacarku yang saat ini adalah satu diantara gadis sebagai target beberapa anak muda di lingkungan itu.
Entahlah mengapa ia ingin jadi pacarku. Sebenarnya saya suka pada beberapa gadis cantik tidak hanya pacarku itu, tapi saya berpikir 2x bila saya melakukan perbuatan beberapa macam pasti jadi bahan omongan di lingkunganku.
Singkat kata, saya tertarik oleh satu diantara anak tetangga orangtuaku, sebutlah saja Gita (nama menyengaja kusamarkan). Walau sebenarnya saya telah merajut asmara dengan gadis yang tetanggaku. Kami serta telah bertunangan. Gita ialah satu orang mahasiswi Tarqi. Dia memiliki bodi yang benar-benar merayu, meskipun cukup sedikit gemuk, tapi dia memiliki bibir yang sexy serta memiliki payudara memiliki ukuran 36B.
Jadi deskripsi, bodinya seperti dengan artis Feby Febiola, serta bibirnya seperti Cornelia Agatha. Kelakuannya tetap menggodaku. Jadi lelaki normal, terkadang saya berpikiran cukup kotor.
Sampai satu peluang, dia minta bantuanku untuk dicarikan HP pada harga miring. Tentunya peluang itu tidak kusia-siakan (dalam hatiku saya akan membelikannya HP itu dengan gratis).
Saya menyanggupinya, tapi saya memberi ketentuan supaya dia ingin kuajak pergi makan serta tonton berdua tanpa ada sepengetahuan pacarku serta teman-temanku. Fundamen Gita memang centil, persyaratanku dia sepakati sebab dia fikir benar-benar gampang sekali untuk menjalaninya.
Pada akhirnya saya membelikannya HP yang dia kehendaki, serta saya juga meminta janjinya. Selanjutnya di hari minggu siang, saya serta Gita pergi berdua untuk makan siang serta tonton. Saat kami sedang tonton, peluang itu tidak kusia-siakan untuk sebatas mencium serta meraba-raba tubuhnya. Tidak kusangka dia justru katakan kepadaku sebetulnya dia menyukaiku. Saat saya dengan hot-hotnya menciumi serta menggerayangi tubuhnya, dia berbisik kepadaku jika dia telah horny, serta mengajakku keluar dari bioskop untuk pergi ke pantai.
Saat ditengah-tengah perjalanan, saya membulatkan tekad untuk mengajaknya ‘check in’ di hotel yang paling dekat, nyatanya dia menyetujuinya. Saya datang di hotel tujuan seputar pukul 3 sore. Sesudah saya bayar kamar hotel itu, saya serta Gita dengan langkah yang tergesa-gesa ke arah ke kamar hotel.
Sesampainya di kamar hotel serta menutup pintu, saya langsung lancarkan ciumanku, serta Gita membalasnya dengan benar-benar ketertarikan. Selanjutnya masih juga dalam kondisi berdiri kubuka pakain dan celana panjangnya sampai dia cuma menggunakan BH serta CD yang berwarna hitam.
Selanjutnya dia memintaku untuk buka pakaian serta celana panjangku. Sekarang kami dalam kondisi cuma menggunakan baju dalam saja. Selanjutnya dia kubimbing ke atas ranjang yang memiliki ukuran double size. Saya mulai melumat bibirnya yang sexy serta menciumi dan menjilat semua tubuhnya. Selanjutnya saat saya mencium CD-nya, dibagian kemaluannya yang telah basah, dia menggelinjang serta kadang-kadang merintih-rintih keenakan. Sesudah saya senang menciumi semua tubuhnya, selanjutnya kubuka BH serta CD-nya.
Saya juga buka CD-ku, sekarang kami berdua telah betul-betul bugil.Saya sampai meredam nafas saat kulihat payudaranya yang besar serta montok. Dengan benar-benar bernafsu kulumat puting susunya yang berwarna coklat kemerah-merahan.
Sebab sebetulnya Gita masih berumur 20 tahun, hingga kelihatan bodinya yang serba kencang. Saya meraba serta menyeka bulu-bulu di kemaluannya yang benar-benar lebat. Saya makin bernafsu mencium serta menjilat semua tubuhnya yang mulus.
Selanjutnya saya masukkan dua jari tanganku ke vaginanya yang telah basah, sedang lidahku repot menjilati puting susunya yang berwarna coklat kemerah-merahan. Gita makin merintih-rintih serta menggelinjang dan nafasnya mulai berat. Selanjutnya kubuka ke-2 pahanya lebar-lebar supaya saya bisa dengan bebas mainkan lidahku ke vaginanya. Saya menjilati serta mainkan klitorisnya dengan penuh hasrat.
Sesudah kupuas, giliran Gita mainkan rudalku yang telah tegang dengan lidahnya. Dia jilati kemaluanku yang memiliki ukuran cukup panjang serta besar (kurang lebih 20 cm dengan diameter 3,5 cm).
Dia menjilat serta mengulum rudalku dengan penuh kesenangan. Saya tidak menduga jika kemaluanku akan dibikin bersih oleh gadis impianku. Sesudah dia senang, selanjutnya Gita ambil tempat telentang dengan ke-2 paha dibuka lebar-lebar, dia memintaku untuk selekasnya masukkan rudalku ke vaginanya. Saya ambil ancang-ancang untuk masukkan batang kemaluanku ke vaginanya yang telah basah.
Kupikir tentu saya tidak kesusahan untuk memasukannya, nyatanya seringkali saya coba terus-terusan meleset, dengan tidak sabar Gita menarik rudalku serta mengarahkan mengarah lubang kewanitaannya.
Nyatanya Gita masih perawan, tapi dengan kegigihanku pada akhirnya saya sukses masukkan ujung rudalku ke vaginanya. Saat kutekan dengan sedikit desakan, Gita menjerit kesakitan, selanjutnya saya hentikan sesaat seranganku sampai kulihat dia telah siap kembali, serta perlahan kumasukkan batang rudalku. Gita kembali mendesah meredam sakit.
Saya menanyakan, “Git, kamu ingin diterusin atau tidak..?”
Dia menjawab, “Terusin dong sayang, tetapi pelan-pelan ya..!”
Pada akhirnya dengan perjuangan yang cukup melelahkan, saya sukses masukkan 1/2 batang kemaluanku, serta saya mendiamkan sesaat aktifitasku.
Saya rasakan dari vagina Gita keluar darah fresh tanda-tanda keperawanannya telah hilang. Dinding vaginya yang lembut serta hangat memijat-mijat batang kemaluanku. Saya tidak memaksakan untuk memasukkan semua rudalku ke vaginanya. Kemungkinan ukuran rudalku yang cukup panjang, hingga membuat sakit vagina Gita yang baru pertama-tama lakukan sex.
Selanjutnya saya mulai menaik-turunkan pantatku dengan perlahan-lahan serta teratur. Serta dengan perlahan saya memasukkan rudalku sedalam-dalamnya, sampai pada akhirnya semua batang kemaluanku ambles ke vagina Gita. Gita telah mulai terlatih dengan rudalku, justru dia mulai memutar pinggulnya, hingga makin meningkatkan kesenangan pergumulan kami saja.
Saya makin semangat untuk mainkan rudalku secara cepat. Permainanku disertai Gita dengan menjepit pantatku dengan ke-2 kakinya. Saya rasakan rudalku makin mentok saja tentang ujung rahimnya. Kami bertukar tempat dengan sekalian duduk. Gita makin terbuai, sebab tempat itu membuat rudalku makin bergesekan dengan klitorisnya, hingga hal tersebut membuat Gita makin terbakar birahinya.
Kami sempat beristirahat sesaat, sebab tempat itu banyak kuras tenaga kami. Sekalian istirahat saya meremas-remas serta menjilati dan mengisap puting susuya dengan berganti-gantian. Sesudah tenaga kami terkumpul, kami meneruskan kembali lebih menggelora.
Sesudah kurang lebih 25 menit kami bergumul hebat, saya mulai rasakan spermaku akan keluar, begitu juga dengan Gita, dia mulai dekati orgasmenya. Saya rasakan dinding vaginanya yang berdenyut kencang serta makin banjir.
Saya mengatakan 1/2 berbisik, “Git, saya mau keluar nih, kita keluarinnya saling ya..?”
Gita menjawab dengan terputus-putus, “Ia.. sa.. yaa.. ngg.. sshh.. cepetan dong keluarinnya saya.. sesaat usai nih..!”
Dengan nafas yang tidak teratur, saya menjawab, “Tahan sesaat ya sayang.., saya juga ingin keluar..”
Selang beberapa saat saya memuntahkan spermaku ke rahimnya, serta saya juga rasakan cairan hangat dari dalam vagina yang tentang rudalku.
“Ooohh.. shh..” hampir bertepatan kami melenguh akhiri perjalan yang melelahkan serta penuh kesenangan.
“Sayang.., vaginaku hangat sekali sama spermamu..” Gita memberi komentar senang dengan keperkasaanku.
Selanjutnya kami beristirahat sesaat sekalian memuji kenikmatan semasing. Tapi tanganku serta Gita masih meraba-raba serta menyeka kemaluan kami keduanya, hingga birahi kami kembali muncul. Kesempatan ini Gita yang menyusul dengan menjilat serta melumat hampir semua rudalku ke mulutnya. Tidak cuma hanya itu, dia dengan benar-benar agresif menciumi semua tubuhku.
Saya menggerakkan tubuhnya ke samping sampai dia telentang. Sekarang giliranku untuk menciumi semua tubuhnya. Payudara Gita yang telah mengeras serta puting susu menjulang tinggi, membuatku makin bernafsu untuk meremas, menjilati dan menghisap-hisap puting susunya sampai puting susu Gita makin kelihatan basah serta mengkilap. Jari-jari tanganku dengan nakal mainkan klitoris serta menyodok-nyodok ke vaginanya yang telah banjir.
Gita makin kelojotan serta mulai memohon-mohon kepadaku untuk selekasnya masukkan rudalku ke lubang kewanitaannya. Saya mengubah tempat dengan tidur telentang, sesaat Gita berjongkok sekalian mengangkang untuk ambil tempat masukkan zakarku ke vaginanya. Dengan tidak sabar Gita mendapatkan batang kemaluanku serta dituntun mengarah vaginanya. Saat rudalku mulai masuk vagina Gita yang pinggirannya ditumbuhi bulu-bulu lebat, saya rasakan dinding vaginanya yang telah banjir menghangatkan serta memijat-mijat batang zakarku.
Gita mulai menggerakkan pinggulnya yang montok ke atas ke bawah, serta memutarnya ke kiri serta ke kanan. Sedang tanganku mulai meremas-remas sepasang payudara yang besar serta kencang. Gita dengan benar-benar bernafsu mendesak pantatnya kuat-kuat, hingga rudalku semuanya ambles ditelan vaginanya. Kesempatan ini Gita yang menggenggam fungsi, saya menurutinya saja, sebab kulihat dengan tempatnya yang di atas dia benar-benar bergairah sekali.
Saya mengusung badanku untuk melumat puting susunya. Perbuatanku makin membuat Gita mabuk kepayang. Dia memeluk kepalaku mengarah payudaranya. Pantatnya makin cepat ditarik serta diputar-putar. Sampai pada akhirnya dia sampai orgasme yang ke-2 kalinya.
Saya yang belum sampai klimaks membuat ketetapan bertukar tempat dengan dogie model.
Gita ambil tempat menungging, selanjutnya kuarahkan rudalku ke vaginanya melalui belakang. Saya benar-benar bernafsu sekali lihat pantatnya yang lebar serta sexy. Tangan kananku menggenggam serta menepuk-nepuk pantatnya, sedang tangan kiriku meremas-remas payudaranya. Pergerakan itu kulakukan dengan berganti-gantian. Nyatanya tempat itu membuat Gita kembali bangkit gairahnya, sebab klitorisnya terserang gesekan rudalku.
Kesempatan ini Gita mulai memberi perlawanan. Dia menggoyang-goyangkan pantatnya maju mundur bersimpangan dengan arah goyangan pantatku. Saat Saya menggerakkan pantatku dia menyodorkan pantatnya ke belakang, serta saat Saya menarik pantatku ke belakang dia menarik pantatnya kedepan.Irama nafas kami makin cepat, kami lakukan goyangan secara cepat, hingga setiap saat kucabut serta menyodok vaginya dengan rudalku muncul bunyi karena vagina Gita yang banjir oleh lendir birahi. Saya mulai rasakan spermaku akan selekasnya keluar.
Nyatanya Gita juga rasakan dia akan alami orgasme yang ke-3 kalinya. Selang beberapa saat rudalku memuntahkan sperma dengan beruntun di vaginanya. Saya juga rasakan pergerakan Gita yang bergoyang-goyang perlahan serta tegang, sedang punggungnya telihat melengkung seperti udang sebab dia sudah orgasme.
Saya mencabut batang kemaluanku dari vaginanya sesudah Saya tidak rasakan muncratan spermaku. Saya telentang capek, sedang Gita menjilati sisa-sisa spermaku yang masih keluar dari zakarku.
Dia hentikan aktifitasnya sesudah spermaku tidak keluar . Kami berangkulan erat sekalian meresapi kesenangan yang baru saja kami kerjakan. Kami lakukan tidak cuma sekali saja, tapi entahlah sampai berapakah kali. Permainan kami makin lama makin bertambah hot saja, sebab nyatanya Gita mulai terlatih serta suka dengan keperkasaan rudalku. Kami putuskan pulang sesudah merasakan sama-sama sudah lemas serta senang. Seandainya saja kami mengerjakannya saat malam minggu, kemungkinan kami selalu mengerjakannya sampai pagi.
Sesudah insiden saat malam itu, sampai sekarang kami jadi seringkali mengerjakannya sampai pagi. Saya lakukan hubungan seksual dengan Gita dengan sistem kalender, hal tersebut kami kerjakan untuk menghindarkan kehamilan. Saya makin suka, sebab tunanganku ialah type gadis pendiam serta alim, serta saya belum pernah memperoleh service darinya. Dimanapun saya pergi, terhitung check-in, saya tetap bawa laptop.
Komputer itu kupergunakan untuk memonitor perubahan usahaku, diluar itu dipakai untuk menulis ceritaku serta memutar film blue jadi pembakar keinginan birahi kami. Tentunya perbuatanku yang sedang bercerita sex kami tidak didapati oleh Gita, sebab dia masih tertidur untuk istirahat sesaat.
