RINDU BERAKHIR KEPUASAN
lembur hasrat 18 + – Siang itu dalam suatu rumah yang cukup asri, satu orang gadis yang memiliki rambut panjang terurai dengan raut muka yang manis kelihatan sedang menunggu kehadiran satu orang. Mendadak hadir satu orang pemuda yang kenakan kaos biru di padu dengan jeans warna sama. Ia berjalan ke arah kerumah gadis yang sedang asik duduk di muka tempat tinggalnya, si gadis kadang-kadang mengamati depan tempat tinggalnya kalau-kalau yang di nantikan telah hadir atau belum.
Dengan senyum yang manis selanjutnya gadis itu menegur sang pemuda yang terlihat rapi, harum serta fresh siang itu.
“Hallo Mas Adietya sayang..” sapanya dengan panggilan ciri khas yang mesra ke padaku.
“Hallo juga. . Sayang,” balasku pendek.
“Sudah lama yah nunggunya,” lanjutku .
Di antara saya serta si gadis memang kelihatan mesra di tiap peluang apa saja. Baik itu lewat panggilan atau sikap pada semasing. Seperti dalam siang itu, yang kebetulan kondisi di dalam rumah sang gadis kelihatannya sedang sepi, ia katakan ortunya ke rumah saudaranya yang pulangnya kelak sore.
Dengan masih simpan rasa kangen yang ketahan, saya memeluk gadis pujaanku dengan mesra, sekalian membisikan kata.
“Adiet rindu sekali nih sayang,” bisikku di telinga nya sekalian mencumbu daun telinganya.
“aku rindu Mas sayang..” jawabnya perlahan.
Selanjutnya kita terjebak pembicaraan sekejap, yang setelah itu saya merengkuh pundak si gadis serta mengajaknya masuk ke ruang tamu. Di sofa kita duduk benar-benar dekat sekali, hingga kita dapat rasakan hembusan nafas semasing, waktu kita bertatapan muka.
“Kamu cantik sekali siang hari ini sayang..” kataku lembut.
Sambil tanganku meremas ke-2 tangannya dan saya teruskan untuk menarik tubuhnya lebih rapat. Si gadis tidak menjawab cuma tersipu raut mukanya, yang di ekspresikan dengan memelukku erat. Tanganku selanjutnya menggenggam ke-2 pipinya serta tidak lama bibirku telah mengulum bibirnya yang terbuka sedikit serta memiliki bentuk yang ranum, sambil ia pejamkan ke-2 bola matanya.
Lidahku bermain di rongga mulutnya untuk memberi perasaan yang membuat nya mendesah sekejap sesudahnya. Dibalik punggungnya jemari tanganku dengan lembut masuk ke kaos warna putihnya serta coba buka hubungan bra dari belakang punggungnya. Dengan 2x pergerakan, terbukalah hubungan bra hitamnya yang memiliki ukuran 36b itu.
Jemari tanganku langsung mengelus pinggiran payudaranya yang demikian kenyal serta menggairahkan itu. Serta selang beberapa saat jariku telah memilin putingnya yang mulai keras, yang kelihatannya ia mulai nikmati serta telah terangsang disertai dengan desahannya yang sensual.
“Ohh.. Mas sayang..” desahnya lembut.
Sekalian memilin, bibirku tidak terlepas dari bibirnya serta menyodok lebih ke yang kadang-kadang mulutku mengisap lidahnya keluar masuk. Setelah itu dengan pergerakan perlahan saya buka kaos putihnya serta langsung mulutku mencari payudaranya serta selesai di putingnya yang mencolok kecil. Saya menjulurkan lidahku pas di ujung payudaranya, yang membuat ia menggelinjang serta mendesah kembali.
“Ohh.. Mas sayang.. Enak sekali.”
Sekejap saya hentikan cumbuanku padanya serta menggenggam ke-2 pipinya kembali sekalian membisikkan kata.
“Sayang.. Payudara kamu benar-benar indah bentukya,” bisikku lirih di telinganya.
Sang gadis cuma mengulum senyumnya yang manis sambil kembali memelukku mesra. Dengan mesra saya ajak si gadis berjalan mengarah kamarnya yang cukup besar serta bersih. Seperti kamar satu orang gadis yang teratur rapi serta aroma fresh wangi bunga-bunga yang ada ditaman depan kamarnya terhirup olehku waktu memasukinya.
Tidak berlalu lama selanjutnya, saya mengusung badan sexy sang gadis serta menempatkannya di atas meja belajar yang berada di kamarnya. Sang gadis masih kenakan celana jeansnya, terkecuali sisi atasnya yang telah terbuka waktu kita berasyik masyuk di ruangan tamu. Perlahan-lahan saya memeluk badan sang gadis kembali, yang saya teruskan dengan menelusuri leher jenjangnya dengan lembut.
Bibirku mencumbui tiap senti permukaan kulitnya serta beralih sekejap saat lidahku sampai belakang telinganya serta membuat badan sang gadis kembali bergetar perlahan. Desahan serta getaran tubuhnya mengisyaratkan jika sang gadis sangatlah terangsang oleh tiap cumbuanku. Tanganku tidak tinggal diam sesaat bibirku mencumbui tiap titik peka yang berada di badan sang gadis. Jemariku mulai ke arah kebawah ke arah celana jeans nya serta tanpa ada kesusahan saya turunkan resliting celananya yang terlihat olehku tepian celana dalam warna hitamnya yang sexy.
Selanjutnya saya lemparkan celana jeansnya ke lantai serta saat itu juga tanganku dengan lembut merengkuh bongkahan pantatnya yang padat berisi. Saya mengelus ke-2 bongkahannya perlahan serta kadang-kadang jariku menyelip antara pinggiran celana dalamnya yag membuat bibirnya kembali bergetar mendesah lirih.
“Oh.. Mas sayang..” desahnya parau.
Bibirku yang semenjak barusan bermain di atas, selanjutnya beralih sesudah saya rasakan cukup untuk merangsangnya dibagian itu. Lidahku menjulur lembut saat sampai permukaan kulit perutnya yang selesai di pusarnya serta bermain sesaat yang menyebabkan tubuhnya menggelinjang kedepan.
“Ssshh..” desisnya lirih.
Perlahan-lahan selanjutnya saya mulai turunkan celana dalamnya serta saya biarkan menggantung di lututnya yang sexy. Kembali saya meneruskan cumbuan yang ke arah pinggiran pangkal pahanya dengan lembut serta kadang-kadang saya dengar sang gadis mendesah . Saya mencium aroma ciri khas sesudah lidahku sampai bukitnya yang berbulu hitam serta lebat sekali, tetapi cukup tertangani kelihatan olehku selintas dari bentuk bulu vaginanya yang mirip garis segitiga.
Serta tidak lama lidahku telah menjilati bibir luar vaginanya dengan memutar ujung lidahku lembut. Selanjutnya saya teruskan dengan menjulurkan lebih ke untuk sampai bibir dalamnya yang sangatlah basah oleh lendir kesenangan yang dikeluarkan dari lubang vaginanya. Badan sang gadis mengelinjang perlahan-lahan bertepatan dengan tersentuhnya tonjolan kecil di atas vagina kepunyaannya oleh ujung lidahku.
“Ohh.. Mas sayang” jeritnya ketahan.
“Aku tidak kuat Mas..” imbuhnya lirih.
Yang saya teruskan dengan hentikan tindakanku sekejap. Saya turunkan badan sang gadis dari atas meja, selanjutnya saya berdiri pas di hadapanya yang telah berjongkok sekalian memandang penisku yang telah berdiri tegang sekali.
Dengan pergerakan gesit bibir sang gadis langsung mengulum kepala penisku dengan lembut serta memutar lidahnya di mulutnya yang mungil serta memilin kepala penisku yang mengkilat. Tubuhku bergetar hebat saat terima semua pergerakan erotis dari mulai jemari tangannya yang lembut mengelus batang penisku dan bibir serta lidahnya yang gesit mencari buah zakarku.
“Ohh.. Sayang” desahku perlahan.
Rambutnya yang hitam panjang ku remas jadi expresi dari kesenangan yang mengalir di sekujur tubuhku. Sesudah sesaat sang gadis menelusuri organ sensitifku, saya merengkuh bahunya dan meminta berdiri serta kembali saya mendudukkan pantatnya yang padat berisi di pinggiran meja sesaat satu diantara kaki jenjangnya menjuntai ke lantai.
Dengan pergerakan lembut saya mengusung paha kirinya serta bertopang pada lenganku, pada saat setelah itu tangan kiriku menggenggam batang penisku yang sangatlah tegang sekali meredam rangsangan yang menggebu-gebu serta mengarahkannya pas di bibir vaginanya yang telah basah oleh lendir birahi. Saat bertepatan ujung telunjukku mengelus belahan di antara anus serta bibir bawah vaginyanya.
“Oh.. Mas sayang.. Please.. Saya tidak kuat” jeritnya lirih.
Saya belum juga memberi respon atas jeritan lirihnya, sebaliknya saya tundukkan kepala untuk kembali menjilati ke-2 payudaranya berganti-gantian serta selesai di puting payudara yang samping kiri. Gerakanku membuat menggelinjang serta makin keras desahannya terdengar.
“Ohh.. Mas sayang.. Saat ini yah” pintanya lirih, dengan mata yang sayup penuh nafsu.
Perlahan-lahan saya mengarahkan batang penisku pas di belahan vaginanya serta mendorongnya lembut.
“Slepp..” irama yang di munculkan saat penisku telah menyodok bibir vaginanya.
Kembali bibir sang gadis keluarkan desahan sexynya.
“Hekk.. Mmm..” gumamnya lirih.
1/2 dari batang penisku telah masuk ke vaginanya, yang saya gabungkan dengan pergerakan bibirku mengulum bibirnya yang ranum dan memilin serta memutar ujung lidahnya lembut. Untuk meningkatkan kesenangan bikin dianya, saya mulai memajukan dikit demi sedikit tersisa batang penisku ke rongga vaginanya yang terdalam serta saya mengarahkan ujung penisku sentuh G-spotnya. Mulut sang gadis menggumam lirih sebab mulutku masih mengulum bibirnya.
“Mmm.. Mmm” gumamnya.
Sekalian meredam nikmat, tangan sang gadis sentuh buah zakarku serta memijitnya lembut yang membuat tubuhku turut mengelinjang meredam kesenangan yang sama. Pinggulku membuat pergerakan maju mundur untuk kesekian kalinya serta kelihatannya sang gadis akan memperoleh orgasme pertamanya diikuti dengan pergerakan tangannya yang merengkuh bahuku erat serta menggigit bibir bawahnya lirih.
“Ohh.. Mas sayangg..” jeritnya bergetar.
Bertepatan dengan saluran hangat yang kurasakan di, rongga vaginanya menjepit erat batang penisku. Tangannya merengkuh bongkahan pantatku dan menariknya lebih erat . Tidak lama berlalu sang gadis selanjutnya tersenyum manis serta mengecup bibirku kembali sekalian ucapkan kata.
“Thanks yah.. Mas sayang”ucapnya mesra.
Saya membalasnya dengan memberi senyum serta menjelaskan.
“Aku bahagia.. jika sayang dapat nikmati semua ini” ucapku setelah itu.
Cuma sesaat sesudah sang gadis memperoleh orgasmenya, saya mengubah tubuhnya membelakangiku sambil ke-2 tanganya berdasar pada pingiran meja. Dengan perlahan kutarik pinggangnya sekalian meminta menunduk, jadi nampaklah di depanku bongkahan pantatnya yang sexy dengan belahan vaginanya yang menggairahkan.
Perlahan-lahan saya memajukan tubuhku sekalian menggenggam batang penisku serta mengarahkannya pas di bibir vaginanya, sesaat kaki kananku mengeser kaki kanannya untuk buka pahanya melebar sedikit. Dengan pergerakan mantap penisku menyodok dikit demi sedikit membelah vaginanya lembut.
“Slepp..” masuklah 1/2 batang penisku ke rongga vaginanya.
“Sss..” sang gadis mendesah terima tekanan penisku.
Tanganku perlahan-lahan meremas payudaranya dari belakang dari mulai yang samping kiri serta diteruskan yang samping kanan dengan berganti-gantian. Sesaat pinggulku mengawali pergerakan maju mundur untuk kembali menyodok rongga vaginanya lebih dalam.
Tempat ini memunculkan sensasi tertentu dimana semua batang penisku bisa sentuh G-spotnya, sesaat tanganku dengan bebas menelusuri semua organ sensitifnya dari mulai ke-2 payudara berikut putingnya serta belahan anus serta anggota badan yang lain.
“Ohh.. Mas sayang” desahnya.
Saat ujung jemariku sentuh lubang anusnya sekalian saya berkonsentrasi memaju mundurkan penisku. Sesudah cukup sesaat saya menggerakan pinggulku memompa belahan vaginanya. Dengan pergerakan lembut saya menarik mukanya mendekat, masih juga dalam tempat membelakangiku saya mengulum bibirnya serta meremas ke-2 payudaranya lembut.
“Sayang saya ingin keluar nih,” bisiku lirih.
“Ohh.. Mas sayang saya mau” sahutnya perlahan.
Saya percepat gerakanku memompa vaginanya dari belakang tanpa ada melepas ciumanku di bibirnya serta remasan ku di ke-2 payudaranya. Saat paling akhir saya menerkam ke-2 pinggulnya erat serta memajukan penisku lebih dalam.
“Creett.. Ohh.. Sayang,” jeritku setelah itu.
Menyemburlah spermaku yang lumayan banyak ke rongga vaginanya serta beberapa tetes meleleh keluar mengalir di ke-2 pahanya. Untuk sesaat saya mendiamkan insiden ini hingga kemudian penisku mengecil sendirinya di vaginanya yang sudah memberi kesenangan yang tidak dapat saya katakan.
Demikian rasa rinduku pada kekasihku sesudah beberapa lamanya tidak sama-sama berjumpa.